Batik Semen

Batik Semen: Potret Alam Raya Dalam Sehelai Kain

Ini bukan tentang Semen yang digunakan untuk membangun rumah. Artikel ini membahas lebih dalam mengenai motif Batik Semen.

Apa itu Batik Semen?

Seperti Batik Kawung, Batik Parang, dan Batik Ceplok yang telah dibahas sebelumnya, Batik Semen adalah salah satu motif klasik yang sering muncul dalam ranah Batik Pedalaman. Nama ‘Semen’ konon berasal dari kata ‘Semi’ atau ‘Bersemi’, yang berarti ikut bertumbuh dan berkembang sebagai bagian dari hidup dan gerak. Sesuai dengan namanya, motif Semen pun banyak memuat filosofi tentang alam raya, hingga sebagian pihak menyebut bahwa Batik Semen adalah penggambaran yang lebih luas dari Gunungan pada pewayangan.

gunungan wayang

Foto: CC20341

Hampir semua (atau mungkin semua) variasi motif Semen memotret kehidupan di dunia. Berbagai ornamen yang muncul di dalamnya mewakili organisme-organisme yang ada di sekitar kita, mulai dari flora hingga fauna, baik yang ada di darat, laut, maupun udara. Beberapa ornamen yang kerap muncul seperti sulur-suluran, daun-daunan, naga, ayam, hingga garuda adalah contohnya.

Inger Mccabe Elliott dalam bukunya menyebutkan, pemaknaan motif Semen tidak hanya sampai taraf memotret kehidupan alam raya saja, namun terdapat pemaknaan yang lebih jauh dari itu. Ia menyimpulkan bahwa motif Semen adalah perwujudan rasa syukur masyarakat Jawa terhadap kesuburan tanah pulaunya, sekaligus menggambarkan kepercayaan mereka terhadap adanya campur tangan kekuatan yang lebih besar (Allah, Tuhan, atau Dewa) dalam kehidupan mereka. Tak heran, sepanjang sejarah motif Semen ini tak hanya digunakan sebagai busana, namun kerap dijadikan pula sebagai media komunikasi untuk menyampaikan suatu pesan, mulai dari ajaran keagamaan, petuah Raja, hingga pernyataan cinta.

Untuk membaca pesan yang terkandung di dalam motif Semen, yang perlu dilakukan adalah melihat ceplokan (ragam hias utama), baru melihat unsur-unsur lain yang membentuk motifnya. Misalnya, apabila terdapat ornamen Gurdo (garuda) sebagai pengisi ceplokannya, maka pesan yang terkandung adalah supaya si pengguna diharapkan bisa menjaga kelanggengan kekuasaannya dan bermanfaat bagi orang banyak.

Sekarang, mari kita mencoba melihat beberapa variasi motif Batik Semen yang paling populer dan menyimak pesan apa yang terkandung di dalamnya. Yuk!

1. Semen Gurdo

batik semen gurdo

foto: customnews.info

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Semen Gurdo adalah sebuah simbol kekuasaan, di mana penggunanya diharapkan dapat menjaga amanah besar yang diberikan kepadanya dan menggunakan kekuasaannya dengan bijak, agar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

2. Semen Kukila

Semen Kukila memuat pesan berupa petuah keagamaan bagi para penggunanya.

Kukila berarti burung, di mana burung identik dengan ocehannya. Nah, motif ini memuat pesan tentang ajaran Wali Sanga supaya kita menjaga tutur kata yang baik, karena manusia yang memahami ajaran agama hendaknya tidak menyakiti orang lain.

3. Semen Babon Angrem

batik babon angrem

foto: batikdan

Babon Angrem berarti ayam betina yang tengah mengerami telur. Motif ini nampak mencolok dengan menampilkan dua ayam betina yang saling berhadapan dan, tentu saja, mengerami telurnya masing-masing. Harapan yang terkandung di dalamnya adalah agar penggunanya dapat meneladani sifat dari Babon, yang sabar, telaten, dan penuh kasih sayang dalam merawat calon anaknya.

4. Semen Romo

Semen Romo (atau Semen Rama) adalah sebuah motif yang diciptakan pada masa pemerintahan Paku Buwana IV dari Kraton Kasunanan Surakarta (1788–1820 M). Motif ini berisi tentang pelajaran bagi Putra Mahkotanya mengenai Hasta Brata, delapan pesan yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin agar dapat menjadi pemimpin yang baik bagi rakyatnya, yaitu:

Indrabrata: Dilambangkan oleh Tumbuhan. Berisi ajaran untuk menjaga kemakmuran dan melindungi bumi.
Yamabrata: Dilambangkan oleh gunung atau awan. Berisi ajaran agar adil dengan sesama.
Suryabrata: Dilambangkan oleh garuda. Berisi ajaran keteguhan hati dalam mengambil keputusan.
Sasibrata: Dilambangkan oleh bintang. Berisi ajaran untuk menerangi rakyat yang berada dalam masa kegelapan.
Bayubrata: Dilambangkan oleh burung atau elemen fauna udara. Berisi ajaran tentang keluhuran.
Danababrata: Dilambangkan oleh bentuk pusaka. Bermakna pemberian penghargaan dan anugerah bagi rakyat.
Barunabrata: Dilambangkan oleh naga atau elemen air lainnya. Berisi tentang ajaran untuk welas asih, atau sifat mudah memaafkan.
Agnibrata: Dilambangkan oleh lidah api. Berisi ajaran kesaktian untuk menumpas marabahaya.

Variasi dari motif Semen tentunya sangatlah banyak, mengingat susunan ornamennya yang cenderung lebih fleksibel dibandingkan motif-motif lainnya seperti Parang atau Ceplok, sehingga amat sulit untuk dibahas semuanya di sini.

Jadi, kalau kamu punya cerita tentang motif Semen yang lainnya, silakan ditulis di kolom komentar di bawah ya! 🙂

Comments

Tags:
No Comments

Post a Comment