desa batik jarum bayat klaten

Menyusuri Bayat, Kampung Batik Kebanggaan Warga Klaten

Anda yang tinggal di sekitar provinsi Yogyakarta atau kabupaten Klaten (Jawa Tengah) pastinya masih punya ingatan segar tentang gempa bumi yang mengguncang kawasan ini pada medio tahun 2006. Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Ritcher ini menimbulkan banyak kerugian material yang parah di beberapa daerah, salah satuyang terparah adalah kampung Bayat.

Meskipun terletak cukup jauh dari kawasan perkotaan Klaten, beruntung Bayat punya tradisi yang terbilang mengagumkan dalam aspek menghasilkan karya seni. Berkat karya-karya seni ini lah, Bayat pun kemudian dapat bangkit kembali.

Sekilas Tentang Bayat

Bayat adalah sebuah kampung atau desa yang terletak pada bagian paling selatan Kabupaten Klaten, berbatasan dengan kawasan Gunung Kidul. Dari kota Klaten, daerah ini bisa ditempuh dengan berkendara ke arah selatan sejauh kurang-lebih 15 kilometer atau sekitar 15 hingga 20 menit.

Sudah sejak lama kampung Bayat kondang sebagai daerah wisata. Di sini dapat ditemukan adanya beragam wisata religi, seperti makam dari Sunan Pandanaran atau Sunan Bayat, sajian oleh-oleh berupa belut goreng, hingga beragam seni kerajinan seperti Gerabah, Kayu, dan tentunya Batik.

Khusus untuk Batik, setidaknya ada dua desa yang dapat dikunjungi untuk melihat lebih dekat perkembangan industri kerajinan kain kebanggaan Indonesia ini, yaitu Desa Jarum dan Desa Kebon. Di kedua desa ini, terdapat beberapa rumah produksi Batik yang menghasilkan produk-produk Batik Tulis dan Batik Cap berkualitas tinggi, sehingga sangat tepat untuk dikunjungi bila anda ingin berbelanja maupun sekedar mengenal Batik lebih jauh.

Pada perjalanan kali ini, kami mendapatkan banyak bantuan dari Titian Foundation, sebuah organisasi sosial yang didirikan Lily Kasoem (founder Optik Kasoem) pada tahun 2006 dan sudah cukup lama terlibat dalam beragam kegiatan komunitas dari masyarakat Bayat seperti pemberian beasiswa, pembangunan sekolah, hingga pembuatan community learning centre.

anak-anak titian foundation bayat

titian foundation

Mas Idris dan Anak-Anak Bimbingan Titian Foundation Bayat

Desa Jarum, Desa Yang Hidup Dari Membatik

Kami pun diantar oleh Mas Idris, pengurus bidang Community & Entrepreneurship dari Titian Foundation untuk mengunjungi beberapa rumah produksi Batik, khususnya di Desa Jarum.

Ada banyak sekali rumah produksi Batik yang terdapat di Desa Jarum. Wajar saja, mengingat daerah ini memang sudah puluhan tahun dikenal sebagai penghasil Batik Tulis berkualitas. Setiap rumah produksi Batik ini biasanya dimiliki oleh seorang saudagar atau juragan yang mempekerjakan belasan hingga puluhan pembatik, baik tetap maupun lepas (dikerjakan di rumah)

Salah satu yang kami kunjungi dalam perjalanan ini adalah ‘Unik Batik‘, pembatikan yang dimiliki oleh Bapak Suroto dan telah berdiri sejak tahun 1990.

Showroom unik batik pak suroto

Showroom Milik Pak Suroto

Dalam perbincangan santai, Pak Suroto mengisahkan bagaimana ia dapat menjadi seorang juragan Batik di desanya. Pria yang mengaku tidak bisa membaca ini memulai perjalanannya di dunia Batik sejak tahun 1968. Selama 22 tahun, ia bekerja sebagai karyawan di rumah produksi Batik di desa Jarum, hingga pada tahun 1990 akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan rumah pembatikannya sendiri.

Bergelut puluhan tahun di dunia Batik tentu membuat insting pria paruh baya ini terhadap Batik sangat terasah. Tak heran sejak tahun 1991, ia kerap diundang untuk mengajarkan tentang Batik di beragam kota seperti Pekalongan, Yogyakarta, hingga Bogor. Di sela-sela kesibukannya mengurus Unik Batik, Pak Suroto juga rutin beraktivitas sebagai pengajar kelas praktek membatik di salah satu sekolah di Bayat.

pak suroto unik batik

Kini, Pak Suroto memiliki sekitar 15 pembatik dan pencelup warna yang terlibat dalam rangkaian pembuatan produknya. Ia mengaku sangat bangga dengan perkembangan bisnis rumah pembatikannya. Beragam pesanan datang, mulai dari beberapa universitas di Yogyakarta hingga brand-brand ternama, dan menurutnya hingga kini hampir tidak pernah ada pemesan yang mengembalikan produk buatannya karena masalah kualitas, meskipun ia memberikan garansi penuh untuk penggantian produk yang dianggap cacat atau tidak memuaskan.

Tak hanya Batik Tulis saja, Unik Batik juga memproduksi kain dengan teknik Cap serta beragam produk pakaian Batik siap pakai seperti kemeja, blouse, hingga baju anak. Selain itu, mereka juga memiliki lini produk Batik yang menggunakan pewarna alam seperti indigo dan coklat soga, tentunya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan produk dengan pewarna sintetis.

Batik Kayu, Perpaduan Dua Kerajinan Yang Menembus Mancanegara

Selepas dari Unik Batik, kami kemudian mengunjungi salah satu bentuk kerajinan lain yang direkomendasikan oleh Mas Idris, yaitu: Batik Kayu.

Konsep kerajinan Batik kayu ini cukup simpel, yaitu menggunakan teknik menahan warna dengan lilin ala Batik kepada medium kayu. Sehingga dalam pembuatannya, kayu pun akan mengalami proses nglorod (proses pelepasan lilin) di dalam air mendidih.

Rumah produksi Batik Kayu yang kami kunjungi di Bayat adalah Taruntum, yang dimiliki oleh Bapak Miyono. Usaha pembatikan kayu ini telah dimulai oleh Pak Miyono dari sekitar tahun 2000, dengan produk berupa pintu, topeng, hingga beragam aksesoris lainnya. Hebatnya, ia mengaku beberapa produknya sudah diekspor hingga mancanegara berkat bantuan WTO (World Trade Organization), salah satunya adalah pesanan pembuatan Maracas yang telah dipasarkan hingga Spanyol.

pak miyono taruntum batik kayu

Dalam pembuatan Batik Kayu, apabila tidak ada permintaan khusus dari klien maka Pak Miyono biasa menggunakan dua jenis kayu, yaitu Mahoni dan Gmelina. Menurutnya, satu tahap yang paling vital dalam proses produksi kerajinan ini adalah pemilihan bahan untuk finishing. Ia selalu menggunakan bahan non-toxic untuk proses finishing, sebab beberapa aksesoris buatannya akan bersentuhan langsung dengan bahan makanan, misalnya saja mangkok ataupun wadah makanan.

Ia sendiri menjamin keamanan penggunaan Batik Kayu sebagai wadah makanan, sebab sebelumnya sudah dilakukan pengetesan laboratorium di Thailand terkait penggunaan bahan finishing non-toxic tersebut.

batik kayu taruntum

Proses Pewarnaan Batik Kayu

Ada Apa Lagi di Bayat?

Seperti sudah kami sebutkan sebelumnya, tentunya tidak hanya terdapat kerajinan Batik saja di kampung Bayat. Masih ada lagi kerajinan lain seperti Gerabah (yang konon katanya justru lebih dulu terkenal di Bayat daripada Batik) maupun kerajinan Kayu.

Untuk kerajinan Batik sendiri, tentunya di Desa Jarum dan Desa Kebon tidak hanya terdapat dua rumah produksi Batik yang kami sambangi. Masih banyak sekali pembatikan lainnya yang punya kualitas tak kalah bagusnya.

Oleh sebab itu, mengingat keterbatasan tim kami untuk meliput semua pembatikan tersebut, kami ingin mengakomodasinya dengan menaruh beberapa kontak dari pembatikan di Desa Jarum dan Desa Kebon Bayat yang kami dapatkan.

Silakan menghubungi mereka apabila kamu tertarik untuk membeli produk maupun bekerja sama. Apabila ingin mencantumkan nomor pembatik di daerah Bayat yang lainnya, tulis saja di kolom komentar ya! 🙂

−−−

  1. Unik Batik
    Batik Tulis dan Cap
    0815-7805-3187
  2. Taruntum / Cavin Craft
    Batik Kayu
    0856-2950-479
  3. Adhimas Asih
    Batik Kayu
    081568452978
  4. Sekar Mawar
    Batik Tulis dan Cap
    0815-4871-5203
  5. Batik Purwanti
    Batik Tulis dan Cap
    0857-2880-0303
  6. Batik Natural Alam
    Batik Tulis dan Cap
    0852-9214-9983
  7. Rumah Batik Kebon
    Batik Tulis dan Cap
    0875-2569-1539

cover photo: Indonesabatik

Comments

No Comments

Post a Comment