Batik Borobudur, Mengabadikan Relief Candi Dalam Kain Batik

Pagi itu, ketika kami sampai di lokasi, sekelompok Ibu-Ibu nampak tengah sibuk mempersiapkan diri. Mereka menata etalase dan tatanan kain yang dipamerkan di workshop miliknya yang nampak mungil nan rapi.

Ternyata, para Ibu-Ibu tersebut sudah menanti kedatangan kami, begitu berkenalan, kami pun langsung diberikan suguhan berupa kopi hitam plus tempe mendoan panas, yang katanya dimasak oleh keturunan Banyumas asli.

Sembari menikmati suguhan lezat tadi, kami pun segera mengobrol banyak mengenai kegiatan yang ada di Rumah Batik Borobudur ini.

Kelompok Rumah Batik Borobudur adalah sebuah kelompok pembatik yang terdiri dari 9 orang anggota. Seperti namanya, mereka membuka workshop yang terletak tidak jauh dari kompleks Candi Borobudur. Tepatnya di gang Dusun Ngaran I, hanya berjarak sekitar 150 meter saja dari pintu masuk kompleks Candi.

Di ruangan dan teras berukuran 3 x 6 meter yang dibangun di rumah salah satu anggotanya ini, kesembilan Kartini modern ini melakukan proses produksi Batik Tulis dan membuka kelas membatik bagi para wisatawan yang tengah bertamasya di sana. Ini lah rutinitas yang mereka lakukan hampir setiap hari di tengah-tengah kesibukannya berdagang maupun mengurus rumah tangga.

Semua dimulai sejak sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu, para penduduk di sekitar kompleks Candi Borobudur mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dari UNESCO guna membangun sebuah usaha yang berbasis pada kerajinan dan kesenian, dengan salah satu tema utamanya: Batik. Sejak dua tahun lalu, para Ibu ini mengikuti pelatihan membatik dan proses manajemen bisnisnya secara kontinyu, hingga kemudian mereka pun membentuk kelompok pembatikannya sendiri.

Yang spesial dari pembatikan di Rumah Batik Borobudur adalah: Mereka melakukan proses membatik dengan motif yang didasarkan pada relief-relief khas dari Candi Borobudur. Menurut penuturan Ibu Deni, ketua dari kelompok pembatikan ini, motif-motif tersebut merupakan hasil kreasi dari mahasiswa-mahasiswa Institut Kesenian Indonesia (ISI) yang lahir dari proses kerjasama antara ISI dengan UNESCO.

batik borobudur motif relief

Motif-Motif dari Relief Borobudur

Merintis dan mengelola sebuah rumah pembatikan jelas penuh suka-duka. Kepada kami, para punggawa Rumah Batik Borobudur bercerita tentang bagaimana mereka harus menjalankan bisnis ini tanpa keuntungan sedikit pun selama satu tahun pertama, “Semua duit yang masuk harus ditaruh untuk kas, Mas”, ujar Bu Deni. Menurutnya, mereka baru bisa menikmati hasil jerih-payah mereka ketika memasuki tahun kedua.

Aturan ketat yang mereka terapkan sendiri ini bukannya tanpa alasan, kelompok Rumah Batik Borobudur memang bukanlah sebuah bisnis pembatikan ‘biasa’ yang didirikan oleh seorang juragan. Di sini (dan juga di kelompok usaha kerajinan lain binaan UNESCO), semua proses dikelola bersama-sama, dan pembagian keuntungan dari penjualan pun diatur sedemikian rupa dengan proporsi yang adil. Sehingga, layak disebut bahwa Rumah Batik Borobudur ini adalah sebuah rintisan usaha yang sifatnya komunal.

Batik Badrawati Borobudur

Foto: Instagram/BatikBadrawatiBorobudur

Bagi para punggawa Rumah Batik Borobudur ini, membatik telah menjadi sebuah pengisi waktu luang yang menyenangkan. Kebahagiaan yang mereka dapatkan tidak hanya secara materi, namun juga dari segi kepuasan spiritual.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi mereka adalah ketika menjelaskan mengenai makna dalam kain-kain Batik goresannya kepada para turis luar negeri. Para pelancong Borobudur ini amat tertarik dan terkesan dengan cerita yang tersembunyi dalam motif-motif gubahan relief Borobudur, membuat mereka tak ragu untuk merogoh kocek guna membeli kain-kain pilihannya, bahkan ada beberapa pengunjung yang dengan sukarela membeli kain yang belum diberikan pewarnaan, karena mereka ingin melakukannya sendiri.

Batik Badrawati Borobudur

Foto: Instagram/BatikBadrawatiBorobudur

Dengan sifat usaha yang dikelola secara kolektif, tentu banyak suka dan duka yang harus dijalani, serta adanya perbedaan pendapat di antara para anggotanya. Namun, kesembilan anggota Rumah Batik Borobudur ini berkomitmen ingin terus memperbaiki usahanya. Mereka ingin terus meningkatkan kualitas pembuatan produk Batiknya.

Bagi mereka, masih banyak hal yang harus terus dibenahi. Namun, satu hal yang pasti adalah mereka tidak pernah ingin menyerah.

Special thanks to:
Rumah Batik Borobudur / Batik Badrawati Borobudur
Dusun Ngaran I, Desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
0817268065 (Siska)
Instagram: @BatikBadrawatiBorobudur

Comments

No Comments

Post a Comment